Tayang 11 Hari, Film Nussa Tembus 100 Ribu Penonton

  • Bagikan
film nussa
Ilustrasi Foto Nussa/Istimewa

JAWA BARAT, INDOtayang.COM– Film Nussa berhasil mendapatkan lebih dari 100 ribu penonton pada Minggu (24/10). Kabar penjualan ini di umumkan setelah menambah layar di bioskop-bioskop Pulau Jawa pada Kamis (21/10).

“Terima kasih banyak kepada 100.000 lebih sahabat yang sudah nonton film Nussa,” tulis akun Instagram bernama @visinemaid.

Angka tersebut menjadi capaian yang terbilang baik sebab kapasitas penonton di batasi demi menerapkan protokol kesehatan yang sangat berpengaruh pada jumlah penonton.

Terlebih, Nussa yang di rilis sejak 14 Oktober lalu harus bersaing dengan film Hollywood dan negara lain, seperti Dune, Don’t Breathe 2, Jungle Cruise, Halloween Kills, sampai The Medium.

Nussa merupakan film Indonesia pertama yang rilis di bioskop setelah kembali beroperasi pada masa PPKM. Film ini, sebelum tayang di Indonesia, telah lebih dulu tayang di Bucheon International Fantastic Film Festival 2021.

Nussa kemudian mendapat sambutan hangat dari penonton ketika tayang di bioskop Indonesia. Tiket film animasi ini terjual habis di sejumlah bioskop Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada penayangan hari pertama.

Nussa di adaptasi dari serial animasi bertajuk sama yang tayang di televisi. Serial tersebut sempat memenangkan Film Animasi (Pendek) Terbaik Festival Film Indonesia 2019.

Cerita fokus pada karakter anak kecil bernama Nussa yang di sulih suara oleh aktor Muzakki Ramdhan. Ia merasa bingung dan gusar menjelang sebuah pertandingan sains antar sekolah.

Nussa selama ini di kenal sebagai seorang anak yang menaruh minat tinggi terhadap sains. Dia juga di nilai sebagai anak yang pintar dan jadi andalan sekolahnya terkait dengan sains.

Namun situasi mulai berubah ketika seorang anak baru datang ke sekolah Nussa. Anak bernama Jonni (Ali Fikry) itu memiliki banyak keunggulan dibanding Nussa, terutama memiliki peralatan yang lebih canggih.

Nussa sempat menjadi perbincangan setelah dianggap sebagai film yang mempromosikan Islam ‘kearab-araban.’ Angga Dwimas Sasongko selaku produser eksekutif Nussa langsung membantah hal tersebut.(Dani)

Sumber : cnnindonesia

  • Bagikan